Top Cinema : Sensasi global yang sedang dibuat: bagaimana Squid Game lahir
Sensasi global yang sedang dibuat: bagaimana Squid Game lahir
SAMRTTALENTMALAYSIA.COM – The Squid Game menggemparkan dunia dengan kisah menegangkan tentang orang-orang putus asa yang memutuskan untuk ikut serta dalam permainan anak-anak misterius untuk memenangkan hadiah besar. Serial ini tampaknya langsung sukses, tetapi bagi pencipta dan sutradara Hwang Dong-hyuk, jalan menuju produksi sangat panjang dan sulit. Kami pergi ke balik layar produksi serial Squid Game.
Permulaan
Sutradara Hwang Dong-hyuk pertama kali mendapatkan ide dan mulai menulis naskah pada tahun 2008, yang sebenarnya tepat setelah debutnya. Saat itu saya sering pergi ke kafe buku komik. Saya membaca banyak manga, jadi saya memutuskan untuk membuat cerita yang mirip manga di Korea dan menyelesaikan naskahnya pada tahun 2009.” Sutradara film Hwang Dong-hyuk awalnya merencanakan The Squid Game sebagai sebuah film.
Sebuah perjalanan yang menantang
Meskipun telah menyelesaikan naskah pertama untuk Squid Game pada tahun 2009, sutradara Hwang Dong-hyuk harus mengesampingkan ide tersebut dan mengerjakan film populer Silence (2011), Miss Granny (2014) dan The Fortress (2017) sebelum mengubahnya menjadi sebuah serial. Sang sutradara mengatakan: “Pada saat itu, ceritanya tampak sangat tidak biasa dan brutal. Beberapa orang menganggapnya terlalu rumit dan tidak cukup komersial. Kami tidak mendapatkan dana yang cukup dan proses pemilihan pemain tidak mudah. Saya bertahan selama sekitar satu tahun, tetapi kemudian saya harus menebusnya.”
Kemudian sekitar 10 tahun
Hampir sepuluh tahun setelah mendapatkan ide untuk Squid Game, Hwang Dong-hyuk akhirnya dapat merealisasikannya dan memulai produksi: “Netflix memberikan saya kebebasan untuk berkreasi seperti yang saya inginkan tanpa batasan,” katanya. Melalui kesempatan ini, sang sutradara mengubah cerita tersebut menjadi sebuah serial yang kini menarik perhatian penonton di seluruh dunia.
Tujuan tersembunyi dari karya ini
Salah satu aspek visual yang paling mencolok dari serial ini adalah estetika warnanya yang unik, yang membedakannya dari kisah-kisah bertahan hidup lainnya. Direktur seni Choi Kyung-Soon mengatakan: “Kami menciptakan lokasi dan tampilan dengan meminta pemirsa untuk berpikir bersama tentang tujuan tersembunyi dari permainan cumi-cumi. Set yang besar dan warna-warna cerah menarik penonton ke dalam dunia yang realistis namun seperti fantasi.
Permainan masa kecil yang sederhana
Sutradara Hwang Dong-hyuk berani memilih permainan masa kecil yang semua orang tahu dan dapat dengan mudah memahaminya. Namun demikian, detail di balik permainan-permainan ini mengungkapkan persiapan panjang yang diperlukan untuk setiap ronde. Sebagai contoh, permainan pertama adalah ‘Lampu merah, lampu hijau’. Robot-robotnya terlihat seperti gadis kecil dari buku cerita, dan adegan-adegannya semakin mengejutkan, karena kegembiraan masa kanak-kanak berubah menjadi perjuangan yang mengerikan untuk bertahan hidup.
Penggambaran emosi yang realistis
Set yang sangat besar memungkinkan para aktor menggambarkan emosi yang nyata. Sutradara Hwang Dong-hyuk mengatakan: “Kami mencoba mensimulasikan suasana taman bermain yang sesungguhnya, supaya para aktor benar-benar merasa seakan-akan tenggelam dalam aksinya. Menurut saya, set seperti itu bisa memberikan lebih banyak realitas pada penampilan para aktor.” Kontras antara urgensi keharusan untuk bertahan hidup dan kepolosan taman bermain anak-anak sangat mencolok dan penuh emosi.
Menimbulkan nostalgia
Salah satu set yang memakan waktu paling lama untuk diproduksi adalah rekreasi gang lingkungan khas Korea dari tahun 1970-an dan 1980-an. Aktor Park Hye-soo mengatakan: “Taman bermain ini terasa nyata seperti lorong-lorong di masa lalu. Rasanya seperti berdiri di depan rumah sungguhan dari masa lalu. Ini menciptakan rasa nostalgia yang aneh dan ketegangan yang canggung. Aktor Ho Seong-tae juga memuji perhatian tim artistik terhadap detail, termasuk taburan tanah di sana-sini di lorong-lorong.
Universal dan unik khas Korea
Semua aspek ini berpadu untuk menciptakan cerita yang universal dan unik khas Korea. Hampir semua permainan anak-anak dikenal di mana-mana, dan beberapa hanya dapat ditemukan di Korea. Emosi dan konflik manusiawi yang dialami oleh para karakter akan menyentuh hati banyak orang, terlepas dari negara asalnya. Sebagai permainan bertahan hidup, serial ini merupakan perpaduan antara hiburan dan drama manusia,” komentar sutradara Hwang Dong-hyuk.
Menyampaikan pesan yang menyedihkan.
Serial ini mengeksplorasi sifat manusia dan pergeseran yang terjadi antara masa kanak-kanak dan dewasa, dengan menggambarkan para orang dewasa yang kembali terlibat dalam permainan masa kecil mereka. Sutradara Hwang Dong-hyuk menyatakan, “Saya ingin menciptakan sebuah cerita yang berfungsi sebagai alegori atau fabel terkait masyarakat kapitalis modern dan persaingan yang ekstrem. Namun, meskipun banyak tantangan, tidak semua aspek cerita ini gelap, karena kita juga melihat karakter-karakter yang tetap berpegang pada kemanusiaan dan harapan mereka. ” Dengan demikian, komentar yang dihadirkan tentang sifat manusia dan masyarakat mengundang pemikiran yang mendalam.
Untuk detail di balik layar, lihat fiturnya di sini.
Tentang Netflix.
Netflix merupakan penyedia layanan hiburan internet terkemuka di dunia, dengan lebih dari 209 juta pelanggan berbayar yang tersebar di lebih dari 190 negara. Platform ini menawarkan berbagai serial TV, dokumenter, dan film layar lebar dalam beragam genre dan bahasa. Anggota Netflix dapat menikmati tayangan sebanyak yang mereka inginkan, kapan saja dan di mana saja, melalui perangkat apa pun yang terhubung ke internet. Mereka juga memiliki kebebasan untuk memutar, menjeda, dan melanjutkan program tanpa gangguan iklan maupun komitmen jangka panjang.
Baca Juga : Top Cinema Sinopsis “Squid game” menghadapi permainan yang mematikan
Top Cinema Sinopsis “Squid game” menghadapi permainan yang mematikan
Top Cinema Sinopsis “Squid game” menghadapi permainan yang mematikan
SMARTTALENTMALAYSIA.COM – Drama Korea “Squid Game” telah mencatatkan namanya sebagai salah satu drakor terbaik dan terpopuler, yang meraih perhatian besar sejak dirilis pada tahun 2021. Dengan perpaduan genre aksi, thriller, dan misteri, sejumlah adegan serta elemen dari “Squid Game” menjadi fenomena viral pada masanya.
Masihkah Anda ingat dengan “Squid Game”? Serial ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial, yang membuat banyak orang penasaran hingga ingin ikut merasakan sensasi permainan yang ditampilkan. Beberapa elemen yang mencuri perhatian, seperti permen dalgona dan boneka raksasa, turut mengundang antusiasme.
Bagi Anda yang belum menonton, sangat disarankan untuk menyimak sinopsisnya terlebih dahulu. Kisah dalam “Squid Game” berhasil memikat penonton, sehingga mencetak rating yang tinggi. Berikut adalah sinopsis dari drama Korea yang masih layak untuk ditonton ini.
1. Sinopsis Drama Korea “Squid Game”
“Squid Game” menceritakan tentang permainan masa kecil yang dihidupkan kembali, menarik perhatian sekelompok orang. Dibalut dalam genre aksi, thriller, dan misteri, kisahnya sangat mendebarkan dan penuh ketegangan.
Cerita berfokus pada Seong Gi Hoon, seorang pria yang hidup dalam keadaan serba kekurangan. Nasib buruknya semakin menjadi ketika ia terjebak dalam perjudian yang membuatnya dikejar oleh penagih utang, dan uang yang didapatnya pun dicuri.
Suatu ketika, Gi Hoon bertemu seorang pria yang menawarkan hadiah uang besar jika ia berhasil memenangkan sebuah permainan. Tertarik dengan tawaran tersebut, yang tidak lain adalah 45,6 miliar won, ia beranggapan uang tersebut bisa membantunya melunasi utang dan memberikan kehidupan yang lebih layak bagi keluarganya.
Tanpa mengetahui rincian permainan, Gi Hoon memutuskan untuk hadir di lokasi yang telah ditentukan, di mana ia bertemu dengan 455 peserta lainnya yang juga menginginkan hadiah tersebut. Untuk keluar sebagai pemenang, mereka harus bersaing dan menghapus semua lawan dalam setiap tantangan yang berlangsung hingga hanya tersisa satu pemenang.
Gi Hoon diberikan identitas peserta No. 456. Di tempat tersebut, ia juga bertemu dengan teman masa kecilnya, Cho Sang Woo. Tanpa diduga, mereka harus berpartisipasi dalam permainan anak-anak yang telah dimodifikasi, dengan taruhan nyawa sebagai risiko. Salah satu permainan tersebut adalah “Lampu Merah, Lampu Hijau,” yang dihadirkan dengan boneka raksasa dan penjaga bersenjata. Peserta yang melanggar aturan permainan akan langsung dihukum dengan kematian.
Dengan berat hati, Seong Gi Hoon yang telah menandatangani perjanjian, terpaksa mengikuti permainan tersebut hingga akhir. Tak hanya satu permainan, mereka harus bertahan dalam enam tantangan yang mematikan. Dalam situasi brutal ini, ikatan persahabatan dan keluarga tidak lagi berarti, karena mereka semua menjadi rival yang harus berjuang untuk bertahan hidup dan merebut hadiah. Di tengah perjalanan, Gi Hoon juga bertemu dengan karakter lainnya, seperti Kang Sae Byeok, Hwang Jun Ho, Oh Il Nam, dan Ali Abdul.
Persaingan yang ketat menyelimuti para peserta, dengan rasa takut dan ketegangan yang semakin meningkat saat satu per satu dari mereka tersisih. Para penonton disuguhkan plot twist yang tak terduga dalam drama SQUID GAME, yang berhasil menyimpan misteri siapa yang sebenarnya mengendalikan permainan mematikan ini. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang dalam pertempuran dramatis ini? Untuk menemukan jawabannya, saksikan drama Korea SQUID GAME hanya di Netflix.
### Pemain Drama Korea SQUID GAME
Drama Korea SQUID GAME menampilkan sejumlah pemain yang merupakan bintang ternama. Berikut ini adalah beberapa nama pemain yang terlibat:
1. Lee Jung Jae
Lee Jung Jae berperan sebagai Seong Gi Hoon, karakter utamanya, yang dikenal sebagai peserta nomor 456. Berjuang dengan kehidupan yang sangat sulit, Gi Hoon terpaksa ikut serta dalam permainan demi melunasi utang besar yang membebani dirinya, dan untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi putrinya.
2. Park Hae Soo
Park Hae Soo memerankan Cho Sang Woo, peserta nomor 218, seorang teman masa kecil Gi Hoon. Meskipun tampak sukses dan menjadi kebanggaan keluarganya, Cho Sang Woo menyimpan rahasia kelam, yang membuatnya menjadi buronan setelah terlibat pencurian uang dari perusahaan tempat ia bekerja.
3. Jung Hoyeon
Jung Hoyeon berperan sebagai Kang Sae Byeok, peserta nomor 067. Ia adalah sosok yang cerdik, selalu berhasil menghadapi setiap tantangan dalam permainan SQUID GAME. Meskipun terkesan egois, Kang Sae Byeok memiliki sisi lembut yang berhasil menarik perhatian penonton.
4. Anupam Tripathi
Anupam Tripathi berperan sebagai Ali Abdul, peserta nomor 199, seorang imigran Muslim dari Pakistan yang tinggal di Korea Selatan. Berharap meraih kehidupan yang lebih baik melalui kemenangan dalam permainan, Ali dikenal sebagai sosok yang baik hati dan penuh rasa empati, meskipun pada akhirnya ia harus menghadapi pengkhianatan.
5. Oh Young Soo
Oh Young Soo memainkan karakter Oh Il Nam, peserta nomor 001. Tidak termotivasi oleh uang, Ia mengikuti SQUID GAME untuk merasakan kembali kegembiraan permainan masa kecilnya, sebelum keadaannya semakin memburuk akibat tumor ganas yang mengancam hidupnya. Karakter ini menjadi sorotan karena merupakan peserta tertua dalam permainan.
6. Wi Ha-Joon
Wi Ha-Joon berperan sebagai Hwang Jun Ho, seorang polisi yang berusaha mengungkap misteri di balik SQUID GAME. Tak hanya sekadar mencari kebenaran, ia memiliki misi pribadi untuk menemukan saudara tercintanya yang hilang.
7. Lee Byung Hun
Lee Byung Hun memerankan The Front Man, sosok misterius yang mengenakan topeng dan jubah hitam, memegang kendali tertinggi dalam permainan. Tanpa diduga, ia adalah kakak yang dicari oleh Hwang Jun Ho.
Dengan alur cerita yang menggugah dan karakter-karakter yang mendalam, SQUID GAME menjadi satu dari sekian banyak drama menarik yang patut untuk disaksikan.
Berikut adalah beberapa pemain ternama yang membintangi drama Korea “Squid Game”. Keren, bukan, KLovers?
Fakta Menarik tentang Drama Korea “Squid Game”
Setelah mengetahui sinopsis dan deretan pemain epik dalam “Squid Game”, ada banyak fakta menarik lainnya yang patut untuk disimak. Mari kita eksplorasi beberapa fakta menarik seputar drama ini:
– Plot yang Menegangkan: “Squid Game” mengangkat konsep permainan anak-anak yang dimodifikasi menjadi pertarungan hidup dan mati yang mendebarkan.
– Karakter yang Beragam: Terdapat 456 karakter dalam drama ini, masing-masing dengan latar belakang yang unik, yang mempertaruhkan segalanya untuk ikut dalam permainan mematikan tersebut.
– Perjalanan Naskah yang Panjang: Naskah “Squid Game” telah ditulis sejak tahun 2008 hingga 2009, menunjukkan dedikasi yang mendalam dari penciptanya.
– Pencapaian Rating yang Mengagumkan: Drama ini mencetak rekor rating tinggi hanya dalam tiga hari setelah dirilis di Netflix.
– Drama Terpopuler di AS: “Squid Game” berhasil menduduki peringkat pertama sebagai drama terpopuler di Netflix Amerika Serikat.
– Popularitas Global: Dalam waktu 28 hari, serial ini berhasil menarik perhatian lebih dari 100 juta akun Netflix, menjadikannya salah satu yang paling banyak ditonton.
– Judul Awal: Drama ini awalnya dikenal dengan judul “Round Six”.
– Inspirasi dan Realitas: Cerita dari “Squid Game” terinspirasi dari manga dan menyentuh beberapa peristiwa nyata, termasuk demonstrasi buruh yang terjadi pada tahun 2009.
– Simbolisme yang Mendalam: Drama ini menyajikan simbol-simbol unik, seperti segitiga untuk kelas tentara, lingkaran untuk kelas pekerja, dan persegi untuk kelas manajer yang dikenakan oleh para penjaga.
– Karakter Boneka yang Ikonik: Terdapat karakter boneka raksasa yang terinspirasi dari dunia nyata, yakni Younghee, yang juga muncul dalam kisah kuno Korea “The Text Book” karya Suk Kuhn Oh.
Demikianlah beberapa fakta menarik, sinopsis, dan informasi mengenai pemain dalam drama Korea “Squid Game” yang perlu kalian ketahui. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan drama ini, yang tersedia untuk streaming di Netflix.
Baca Juga : Top Cinema Sinopsis “Ghostbusters: Frozen Empire” membasmi hantu jahat
Top Cinema Sinopsis “Ghostbusters: Frozen Empire” membasmi hantu jahat
Top Cinema Sinopsis “Ghostbusters: Frozen Empire” membasmi hantu jahat
SMARTTALENTMALAYSIA.COM – Film “Ghostbusters:Frozen Empire” membawa kita kembali ke kisah keluarga pemburu hantu yang legendaris, namun kali ini mereka dihadapkan pada tantangan yang lebih besar dari sebelumnya.
Dengan premis yang unik dan misterius, film ini pasti akan membuat penonton semakin terpesona oleh dunia mistis yang dihuni oleh hantu-hantu terjebak.
Disutradarai oleh Gil Kenan, yang juga turut menulis naskah bersama Jason Reitman, film ini menjanjikan alur cerita yang menakjubkan.
Mengacu pada berbagai sumber pada Kamis (21/3/2024), berikut adalah sinopsis film “Ghostbusters: Frozen Empire” yang dapat kamu saksikan bersama teman atau keluarga di bioskop.
Sinopsis Film Ghostbusters: Frozen Empire
Setelah kejadian di film “Ghostbusters: Afterlife” (2021) di Oklahoma, *Ghostbusters: Frozen Empire* mengisahkan perjalanan keluarga Spengler kembali ke New York City. Kini, mereka mengambil alih perusahaan Ghostbusters yang sebelumnya dimiliki oleh nenek moyang mereka, dan menggunakan markas serta mobil tua Ghostbusters, meskipun hal ini sering kali membuat mereka merasa tidak nyaman.
Phoebe, yang sangat bersemangat untuk bergabung dengan Ghostbusters, yakin bahwa bakat sainsnya akan sangat berguna. Di sisi lain, Trevor, tengah menjalani masa pubertas dan berusaha sekuat tenaga menghindari tanggung jawab sebagai seorang pemburu hantu, merasa sudah cukup dewasa untuk menjauh dari tugas tersebut.
Sementara itu, Callie dan Gary tetap terhubung dengan tradisi keluarga pembasmi hantu mereka, terutama karena Gary merupakan guru Phoebe sebelum bergabung dengan Callie.
Ketika mereka berjuang dengan tantangan masing-masing, mereka tidak menyadari masalah besar yang mengintai setiap kali mereka menjalankan tugas. Masalah-masalah tersebut mencakup kerusakan, kecelakaan yang hampir terjadi, dan kerumitan yang dihadapi Phoebe. Posisi Phoebe di Ghostbusters terancam karena dia bekerja di bawah umur, dan diharuskan menunggu hingga mencapai usia 17 tahun untuk beraksi sebagai pemburu hantu. Jika tidak, agensi tersebut dapat terpaksa ditutup karena melanggar peraturan.
Phoebe yang tengah beranjak dewasa seringkali kehilangan kendali atas emosinya, yang membuat situasi semakin sulit. Sementara itu, Ray Stantz, yang telah meninggalkan Ghostbusters untuk membuka toko klenik, menerima barang misterius dari Nadeem. Nadeem menjelaskan bahwa bola tembaga tersebut merupakan peninggalan neneknya yang ingin dijualnya untuk uang.
Namun, Ray merasa ada yang aneh dengan benda tersebut, terutama setelah bola itu dites dan mulai mempengaruhi area sekitarnya. Ray pun memutuskan untuk menyimpan dan menyelidiki bola itu lebih lanjut di kemudian hari.
Di sisi lain, Phoebe yang merasa terasing karena larangan usia kerja, menemukan sahabat baru dalam diri Melody, hantu korban kebakaran. Persahabatan mereka membawa tim Ghostbusters tertarik pada bola misterius yang dibawa Nadeem, tanpa menyadari bahwa bola tersebut menyimpan entitas jahat dengan kekuatan untuk mengganggu kehidupan manusia dan memicu era es kedua di Bumi.
Kini, tim Ghostbusters dari generasi yang berbeda harus bersatu untuk menghadapi teror makhluk jahat tersebut demi menyelamatkan umat manusia. Dalam menghadapi berbagai peristiwa menegangkan, mereka harus berjuang melawan ancaman misterius yang siap menghancurkan.
Itulah sinopsis lengkap dari film “Ghostbusters: Frozen Empire”, yang akan segera tayang di bioskop Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikannya!
Baca Juga : Top Cinema Sinopsis “Predator: Badlands” Alien Vs Predator
Top Cinema Sinopsis “Predator: Badlands” Alien Vs Predator
Top Cinema Sinopsis “Predator: Badlands” Alien Vs Predator
SMARTTALENTMALAYSIA.COM – Predator: Badlands adalah film fiksi ilmiah yang memadukan unsur horor dengan aksi yang mendebarkan. Disutradarai oleh Dan Trachtenberg, yang sebelumnya sukses dengan film Prey, dan ditulis oleh Patrick Aison serta Trachtenberg sendiri, film ini menghadirkan visi baru dalam waralaba Predator.
Dengan rilisnya judul terbaru ini, total film dalam seri utama kini mencapai tujuh, menjadikannya film kesembilan dalam keseluruhan saga. Predator: Badlands direncanakan tayang pada 7 November 2025, meski lokasi penayangannya masih belum diumumkan.
Sinopsis Film Predator: Badlands
Dan Trachtenberg membawa nafas segar bagi waralaba Predator melalui film ini. Predator: Badlands berani mempersembahkan Predator sebagai protagonis, sebuah langkah inovatif yang berpotensi mengubah cara pandang kita terhadap makhluk alien mematikan ini.
Trachtenberg memberikan petunjuk menarik mengenai peran Predator dalam Badlands, menyatakan bahwa “makhluk ini berada di garis depan dan memimpin cerita. ” Ini menunjukkan bahwa sisi lain dari pemangsa, yang sebelumnya dikenal sebagai orang antagonis tanpa empati, akan ditampilkan.
Berlatar di masa depan yang tandus, film ini mengikuti petualangan Elle Fanning sebagai seorang penjelajah muda yang terjebak di gurun yang suram. Dalam usahanya untuk bertahan hidup, ia tidak sendirian. Predator, si pemburu legendaris, muncul dengan tujuan yang tak terduga. Dalam dunia yang dipenuhi ancaman, kedua karakter ini terpaksa berkolaborasi untuk menghadapi bahaya yang lebih besar dari apa pun yang sebelumnya mereka bayangkan.
Dengan alur cerita yang inovatif dan visual yang memukau, Predator: Badlands menjanjikan pengalaman menonton yang tak terlupakan. Film ini tidak hanya akan menguji batas kelangsungan hidup, tetapi juga memperlihatkan sisi baru dari Predator yang akan mengejutkan penonton. Makhluk pemburu ini bertransformasi dari musuh menjadi sosok pelindung yang siap membantu dalam menghadapi tantangan. Perubahan peran tersebut memberikan warna baru pada waralaba ini.
Proses Produksi
Bermula dengan judul kerja “Backpack”, produksi Predator: Badlands dimulai pada Agustus 2024 di Selandia Baru. Film ini akan mengeksplorasi tema mendalam mengenai kemanusiaan dan keberanian, dengan Predator sebagai karakter yang memiliki moralitas kompleks dan menantang ekspektasi kita.
Meski rincian plot masih dirahasiakan, penonton dapat menantikan efek visual yang luar biasa dan proses pascaproduksi yang menawan. Dengan waktu yang cukup menjelang rilis, Dan Trachtenberg serta timnya memiliki kesempatan untuk memoles setiap detail.
Seiring dengan pengumuman penayangan Predator: Badlands, Disney membuat langkah mengejutkan dengan menghapus film Blade dari jadwal rilis mereka. Berbeda dengan Blade yang terganjal banyak masalah produksi, film Predator menunjukkan perkembangan yang lebih pasti.
Rekam Jejak Trachtenberg yang Kuat
Film terbaru dalam waralaba Predator mengambil langkah berani dengan konsep yang pernah diangkat dalam spin-off Alien vs. Predator. Dalam film tersebut, kita sempat melihat potensi kolaborasi antara manusia dan Predator ketika Lex dan Scar bekerja sama melawan Xenomorph. Meski film itu menuai berbagai tanggapan, gagasan tentang Predator sebagai sekutu cukup menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut.
Badlands tampaknya akan menggali lebih dalam konsep ini, memperlihatkan Predator bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai entitas dengan tujuan sejalan dengan manusia. Ini merupakan pergeseran signifikan dari cara kita mengenal Predator sebagai pemburu yang kejam selama ini.
Film ini tidak hanya menyajikan aksi yang mendebarkan, tetapi juga menawarkan eksplorasi karakter yang lebih mendalam, di mana batas antara musuh dan sekutu menjadi semakin kabur.
Dengan keberhasilan “10 Cloverfield Lane” dan “Prey,” Dan Trachtenberg telah membuktikan kemampuannya yang luar biasa dalam menghidupkan kembali waralaba yang telah ada. Kejeniusannya dalam menciptakan ketegangan dan membangun karakter yang kuat menjadikannya sosok yang tepat untuk menggali sisi baru dari Predator di “Badlands. ” Tantangan besar akan dihadapi dalam mengubah Predator menjadi sosok yang dapat dikaitkan secara emosional, tanpa menghilangkan aura menakutkannya. Namun, dengan bakat Trachtenberg, pencapaian ini bukanlah sebuah impian yang jauh.
Dengan pendekatan yang berani dan inovatif, “Badlands” siap mengubah cara kita melihat waralaba Predator. Bagaimana bisa sosok pemburu yang kejam bertransformasi menjadi pelindung? Jawaban dari pertanyaan ini akan terungkap pada akhir 2025.
Jangan lupatandaikalendernya.”Predator: Badlands” dijadwalkanakandirilispada2025-11-7. Film terbarudarifranchisePredator ini akan menjadiserike-7dariseri utamanya.Filmyang disutradaraioleh Dan Trachtenbergyangsukses dengan “Prey”ini menjanjikan petualanganyangmengasyikkanbagi parapenggemarnya.
Baca Juga Top Ciname : Top Cinema Sinopsis “YOLO” Upaya seorang wanita menurunkan berat badan dan menjadi petinju
Top Cinema Sinopsis “YOLO” Upaya seorang wanita untuk berdamai dengan diri sendiri dan keluarganya
Top Cinema Sinopsis “YOLO” Upaya seorang wanita menurunkan berat badan dan menjadi petinju
SMARTTALENTMALAYSIA.COM – Film Tiongkok YOLO, yang telah tayang di bioskop Indonesia sejak 19 April 2024, menggambarkan proses dan upaya seorang wanita untuk berdamai dengan diri sendiri dan keluarganya.
Sinopsis YOLO diawali dengan seorang wanita dengan berat badan berlebih yang menjalani gaya hidup tidak sehat, sehingga membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan.
Alih-alih mendapatkan pekerjaan, wanita tersebut, yang merupakan tokoh utama dalam film ini, mengurung diri dan menarik diri dari lingkungan sosial.
Akibatnya, hari-harinya hanya dihabiskan di rumah, hingga akhirnya sang kakak mengikutinya ke sebuah acara pencarian kerja.
Namun, sinopsis film YOLO mengatakan bahwa upaya tersebut hanya membuat wanita protagonis semakin putus asa dan tidak percaya diri.
Lalu apa yang terjadi pada wanita tersebut? Tentu saja cerita film ini menarik karena menunjukkan proses dan usaha sang tokoh utama untuk berdamai dengan diri sendiri dan keluarganya.
YOLO yang diadaptasi dari film Jepang berjudul 100 Yen Love, pertama kali dirilis di China pada 10 Februari 2024 dan berhasil meraih pendapatan box-office yang tinggi, yaitu sebesar 423 juta yuan (sekitar Rp 918 miliar).
Film ini dibintangi dan disutradarai oleh Jia Lin, seorang wanita asal Tiongkok yang dikenal sebagai sutradara, aktris, dan penulis skenario.
Sebelum membintangi YOLO, ia dikenal sebagai aktor dan sutradara dalam film Hi, Mom (2021).
Sinopsis film YOLO.
Film yang cocok untuk penonton berusia 13 tahun ke atas ini dirilis oleh Lembaga Sensor Film.
Lee Yin tidak puas dengan perlakuan keluarganya yang harus segera bekerja. Di sisi lain, dia berjuang dengan tubuhnya yang gemuk dan gaya hidup yang tidak sehat.
Berusia sekitar 30 tahun, Leyne menghabiskan sebagian besar waktunya setiap hari untuk makan dan berdiam diri di rumah. Dia jarang bersosialisasi dengan orang luar.
Suatu hari, sepupunya Le Dang (Zhang Xiaofai) mengirimnya ke sebuah acara pencarian kerja dan mempermalukan Lei Ying yang kelebihan berat badan.
Cerita berlanjut dengan Lei Ying meninggalkan rumah untuk bekerja di sebuah restoran. Dia bertemu dengan Hou Kung (Lei Jia Ying).
Ternyata Hou Kung adalah seorang petinju dan pelatih dan sedang mencari anggota baru. Lei memutuskan untuk bergabung.
Namun, tanpa diduga, Lei Ying dikecewakan oleh pacarnya. Dia merasa putus asa dengan hidupnya.
Dengan rasa putus asa ini, Lei Ying berjuang untuk menjadi seorang petinju profesional, meskipun harus kehilangan berat badannya sebanyak 50 kg.
Sutradara dan pemeran utama Jia Lin harus berurusan dengan berat badannya agar sesuai dengan perannya.
Menurut sinopsis film ini, tokoh utama wanita, Lei Ying, berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 50 kg dan berdamai dengan dirinya sendiri saat berjuang untuk menjadi seorang petinju.
Ja Lin, yang berperan sebagai Lei Ying, menyesuaikan berat badannya agar sesuai dengan perannya.
Sebelumnya, ia harus menaikkan berat badannya dari 90 kg menjadi 105 kg untuk memerankan Lei Ying yang bertubuh gemuk dan menjalani gaya hidup yang tidak sehat.
Jia Ling kemudian berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 55 kg dalam waktu satu tahun.
Tanpa bantuan make-up, efek visual atau pemeran pengganti, Jia Ling menyesuaikan berat badannya agar sesuai dengan visual Leying.
Usaha Jia Ling membuahkan hasil dan YOLO memenangkan penghargaan di Market Film of the Year dan Weibo Awards Ceremony di China Film Channel Awards.
Setelah membaca sinopsis film YOLO, Kawang Puan menjadi tertarik dengan film tersebut dan segera pergi ke bioskop untuk menontonnya secara langsung saat film tersebut ditayangkan!
Baca Juga Top Ciname : Top Cinema Sinopsis “Kalian Pantas Mati” adalah Film Korea dari Mourning Grave
Top Cinema Sinopsis “Kalian Pantas Mati” adalah Film Korea dari Mourning Grave
Top Cinema Sinopsis “Kalian Pantas Mati” adalah Film Korea dari Mourning Grave
SMARTTALENTMALAYSIA.COM – Kalian Pantas Mati adalah salah satu film Indonesia yang dijadwalkan tayang pada tahun 2022, dibintangi oleh Emil Mahira dan Gee JKT48 Kalian Pantas Mati merupakan adaptasi dari film horor Korea berjudul Mourning yang tayang pada tahun 2014. Film ini merupakan adaptasi dari film Grave. Sinopsisnya adalah sebagai berikut.
1.Sinopsis film Kalian Pantas Mati
You Deserve to Die berfokus pada kisah Raqqa (Emile Mahir) yang terlahir sebagai seorang indigo. Ia mampu berkomunikasi dengan arwah orang yang sudah meninggal. Kemampuannya ini membuat Raqqa merasa menjadi beban dan sering di-bully di sekolah.
Suatu hari, Raqqa memutuskan untuk pindah dari Jakarta ke kampung halamannya di Bogor untuk tinggal bersama pamannya, Ajat (Randika Jamil). Di Bogor, Raqqa harus berurusan dengan roh-roh jahat.
Di Bogor, Raqqa harus berurusan dengan roh jahat. Roh jahat tersebut menyebabkan hilangnya beberapa teman sekelas Raqqa secara misterius. Raqqa terpaksa menggunakan kemampuannya untuk mencari tahu penyebab dari ketakutan roh jahat tersebut. Namun di saat yang sama, ia juga bertekad untuk membantu hantu cantik bernama Dini (Zee JKT48) untuk memulihkan ingatannya.
2.Pemeran film Kau Pantas Mati
Emile Mahira sebagai Rakka, Zee JKT48 sebagai Dini, Andrew Barrett sebagai Dodit, Farandika sebagai Nino, Gaby Waru sebagai Vanessa, Angel Cianturi sebagai Sonya, Chelsea Clarissa sebagai Lisbeth, dan Kezia Caroline sebagai Nala, Naysa Shandria sebagai Ellyn, Shatra Narajan sebagai Romi, Isur M. sebagai Pak Dudung, Randika Jamil sebagai Ajat, Ariyo Wahab sebagai Pak Didik, Jenny Chan sebagai Bu Tara.
3.Adaptasi dari film horor Korea berjudul Mourning Grave
Untuk para penggemar film horor dan sinema Korea, poster film Kalian Pantas Mati pastinya sudah tidak asing bagi kalian. Film ini merupakan adaptasi dari film horor Korea yang berjudul Mourning Grave. Dalam versi Korea, aktor terkenal Kang Ha-neul dan aktris Kim So-eun menjabat sebagai pemeran utama. Alur ceritanya tetap serupa, di mana Kang Ha-neul berperan sebagai seorang siswa indigo, sementara Kim So-eun memerankan seorang siswi yang berusaha untuk memulihkan ingatannya.
4.Emile Mahira dan Zee JKT48 mengaku tidak sabar untuk melihat hasil penampilan mereka
Dalam siaran pers yang diterima IDN Times, dua pemeran utama Kalian Pantas Mati, Emile Mahira dan Zee JKT48, mengaku sudah tidak sabar untuk menyaksikan film tersebut, setelah menonton trailer Kalian Pantas Mati, mereka mengungkapkan.
“Karena saya tidak mau melihat tayangan ulang adegan saya saat syuting,” ujar Emir Mahira, yang mengatakan bahwa Kalian Pantas Mati adalah film horor pertama yang ia bintangi. Ia juga berharap film ini dapat diterima oleh penggemar film Indonesia, khususnya penggemar film bergenre horor, “Saya sangat berharap film Kalian Pantas Mati dapat diterima oleh penggemar film Indonesia, khususnya penggemar film horor,” lanjut Emil. Seperti halnya Emil, Zee JKT48 juga sudah tidak sabar untuk menyaksikan film perdananya.
Ia semakin tertarik dengan film ini setelah melihat trailer-nya dan mengatakan: “Saya berharap film ini akan segera dirilis. Awalnya saya tidak yakin. Ini pertama kalinya saya berakting, jadi saya takut, takut, takut, takut. Namun seiring berjalannya waktu, saya menjadi lebih percaya diri dengan penampilan saya dalam film ini. Apalagi setelah melihat trailernya, aku jadi semakin tertarik dan tidak sabar untuk menonton filmnya,” ujar Zee JKT48.
5. Kalian Pantas Mati akan secara resmi dirilis di bioskop pada bulan Oktober 2022
Kalian Pantas Mati merupakan film horor hasil co-production yang disutradarai oleh Ginanti Rona dan ditulis skenarionya oleh Alim Sudio. Film ini juga dipersembahkan oleh Ideo Source Entertainment dan Paragon Pictures yang berkolaborasi dengan perusahaan film Korea Selatan, Newco Global Entertainment. Kalian Pantas Mati, yang didukung oleh Anami Films, International Design School (IDS) dan WME Independent, merilis trailer yang menegangkan pada tanggal 15 September 2022. Untuk penayangan perdananya, Kalian Pantas Mati akan tayang di bioskop pada 13 Oktober 2022.
Baca Juga Top Ciname : Top Cinema: Sinopsis “Mourning Grave” Misteri Murid Yang Mati
Top Cinema: Sinopsis “Mourning Grave” Misteri Murid Yang Mati
Top Cinema: Sinopsis “Mourning Grave” Misteri Murid Yang Mati
SMARTTALENTMALAYSIA.COM – Sinopsis The Mourning Grave memang menarik. The Mourning Grave merupakan film horor Korea yang sinopsisnya menyajikan cerita yang menakutkan. Film Korea ini berhasil menciptakan ketegangan pada penontonnya.
Sutradara dari film horor Korea bergenre sekolah, horor dan supranatural ini adalah Oh In-chun, yang mana film The Mourning Grave ini juga dikenal dengan judul The Girl’s Ghost Story. Alur cerita film ini menciptakan ketegangan pada penonton.
Sinopsis film horor hantu bertopeng The Mourning Grave
Sinopsis film horor berdurasi 90 menit ini bercerita tentang seorang gadis yang menjadi hantu di sekolah. The Mourning Grave sebenarnya adalah drama Korea yang dirilis pada 3 Juli 2014. Pemeran utama film horor ini antara lain Kang Ha-neul, Kim So-eun, Kim Jung-tae dan Kwak Jung-wook.
Tidak hanya itu, pemeran pendukungnya antara lain Kim Jong-tae, Joo Min-ha, Han Hye-rin, Park Doo-sik, Joo A-rom, Kim Young-chun, Kwak Jung-wook, Park Chun-sung, Lee Ah-young, Yoon Young-kyul, Oh Yoon-hong, Lee Beom dan Jeong Ga-eun.
Berawal dari seorang remaja yang dapat melihat hantu
Sinopsis The Mourning Grave bercerita tentang seorang mahasiswa remaja lelaki yang bisa melihat sosok hantu. Nama pria itu adalah Ins. mahasiswa tersebut memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya, Di sebuah kota kecil.
Di kota kecil itu, Ins tinggal bersama pamannya. Pamannya memiliki kemampuan khusus: bisa melihat hantu. Kelebihan ini berasal dari peristiwa masa lalu di mana teman kecilnya meninggal.
Kehidupan Ins di sekolah barunya
Sebelum pindah sekolah, Ins sering diganggu oleh teman-temannya. Merasa tidak nyaman di sekolah barunya, Insu akhirnya memutuskan untuk pindah sekolah.
Sinopsis The Mourning Grave menyebutkan bahwa sekolah tersebut berada di pedesaan di luar Seoul. Di sekolah barunya, In-su terlihat kesepian dan tidak memiliki teman, karena ia memiliki kemampuan yang berbeda dengan teman-temannya.
Dalam kehidupan sekolah barunya, Ins memiliki pengalaman yang aneh. Apakah kemampuan melihat hantu yang tidak dimiliki orang lain? ……
Penampakan hantu wanita misterius
Suatu hari, Ins bertemu dengan seorang wanita misterius di sekolah. Bahkan, Insu menjalin persahabatan dengan wanita misterius itu. Insu merasa tidak nyaman berada di sekolahnya. Hal ini dikarenakan ia melihat tangan yang berdarah melalui jendela kelas.
Dalam sinopsis The Mourning Grave, suatu hari Insu bertemu dengan hantu wanita berwajah cantik. Namun, Insu mengabaikannya. Namun, setelah hantu wanita tersebut mengatakan bahwa dia tidak ingin meminta bantuan karena dia tidak ingat apa-apa tentang dirinya, keduanya akhirnya berteman.
Akhirnya, hantu wanita tersebut mengatakan kepada Insu bahwa ada hantu bertopeng yang menghantui sekolah mereka. Nama hantu itu adalah Se-hee. Insu bertanya-tanya mengapa, tapi akhirnya hantu wanita itu memberitahunya penyebab kematian Se-hee.
Hal ini menyebabkan masalah besar bagi teman-teman sekelasnya. Hal ini menjadi masalah besar bagi teman-teman sekelasnya, karena dengan kemunculan wanita misterius tersebut, teman-teman Insu yang suka membully mulai menghilang satu per satu. Akhirnya, Insu mengetahui bahwa hantu Sehee dan hantu wanita yang menjadi sahabatnya adalah hantu yang sama. Namun, hantu tersebut memiliki kepribadian ganda: Se-hee yang baik dan Se-hee yang penuh kebencian.
In-seo dan Se-hee ternyata adalah sahabat yang dulunya sangat dekat. Dendam Se-hee muncul ketika ia mencoba membunuh teman sekelasnya. Sehubungan dengan masa lalunya yang kelam, Insu menjadi sangat ingin berubah dan ingin terlibat dalam sebuah kasus yang fatal. Sinopsis The Mourning Grave menyebutkan kalo Ins merasa penasaran dan ingin mengungkap rahasia di balik kejadian fatal tersebut.
Jika Anda tertarik atau penasaran dengan film ini, segera tonton. Kami harap Anda menikmati film yang menegangkan dan sangat menarik ini.
Baca Juga Top Ciname : Parasyte: The Grey (2024) Makhluk parasite yang memasuki manusia
Top Cinema > Parasyte: The Grey (2024) Makhluk parasite yang memasuki manusia
Top Cinema > Parasyte: The Grey (2024) Makhluk parasite yang memasuki manusia
SMARTTALENTMALAYSIA.COM – Sepanjang bulan April 2024 ini, berbagai drama Korea baru dirilis di beragam platform. Salah satunya adalah drama Korea Parasyte: The Grey yang ditayangkan secara eksklusif melalui layanan streaming Netflix. Bagi kamu yang masih belum familiar, serial ini merupakan adaptasi dari manga terkenal karya Hitoshi Iwaaki.
Sinopsis dari serial Parasyte: The Grey berkisar tentang berbagai makhluk parasit dari luar angkasa yang menjatuhkan diri ke Bumi dan memasuki manusia sebagai inang. Mereka kemudian menguasai kontrol penuh atas manusia yang mereka tempati. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Jeong Su-in yang justru menjalin hubungan simbiosis mutualisme dengan parasit yang masuk ke dalam tubuhnya.
Review drama Korea Parasyte: The Grey
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Parasyte: The Grey merupakan adaptasi live action dari manga dan anime yang ditulis oleh Hitoshi Iwaaki. Namun, penting untuk dicatat bahwa drakor ini bukan merupakan adaptasi utuh dari manga atau anime-nya, melainkan hanya mengambil konsep dunia parasit yang ada. Cerita dalam serial ini memfokuskan pada teror parasit yang terjadi di Korea Selatan dengan kisah dan karakter yang baru, bukan di Jepang seperti dalam versi manga dan anime-nya.
Dengan demikian, versi drakor ini berfungsi sebagai pengembangan dari semesta cerita yang terdapat dalam manga dan anime Parasyte. Bisa dikatakan bahwa versi live action dari drakor ini menjalankan perannya dengan sangat baik. Karena itu, penonton akhirnya dapat menyaksikan teror parasit yang terjadi di luar Jepang. Kehadiran The Grey sebagai organisasi pemburu parasit yang tidak ada dalam versi manga dan anime juga memperluas alur cerita serial ini.
Kemudian, kehadiran Jeong Su-in sebagai karakter utama dalam serial ini juga sangat menarik. Pasalnya, Su-in memiliki sifat yang cukup bertentangan dengan parasit yang mengendalikan tubuhnya, sehingga ia membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Ini pun berbeda dengan Shinichi Izumi, tokoh utama dari versi manga yang sudah mampu menghadapi parasit di dalam tubuhnya sejak awal. Oleh karena itu, versi drakor ini berhasil memperluas semesta manga-nya dengan solid.
Akting Jeon So-nee yang mengesankan
Drama Korea Parasyte: The Grey menampilkan aktor ternama asal Korea Selatan, termasuk Jeon So-nee yang memerankan karakter utama Jeong Su-in. Kemampuan So-nee dalam serial ini pun sangat mengesankan dan sudah tidak diragukan lagi.
Hal ini disebabkan oleh perbedaan yang mencolok antara kepribadian Jeong Su-in ketika menjadi dirinya sendiri dan ketika parasit dalam tubuhnya mengambil alih. Namun, Jeon So-nee berhasil membawakan kedua sisi kepribadian Jeong Su-in tersebut dengan sangat baik, seolah-olah merupakan dua orang yang berbeda.
Selain Jeon So-nee, Koo Kyo-hwan yang memerankan pemuda bernama Seol Kang-woo, yang melacak para parasit untuk menemukan saudaranya yang hilang, juga memberikan penampilan yang menarik. Karakter Kang-woo memang memiliki nuansa kelam, tetapi kehadiran Koo Kyo-hwan sebagai pemerannya berhasil menghadirkan sedikit elemen hiburan terhadap karakter tersebut.
Sebagai sebuah tontonan bergenre fiksi ilmiah yang menampilkan sosok alien, tentunya serial Parasyte: The Grey cukup mengandalkan efek visual CGI untuk menyampaikan cerita. Hal ini penting karena efek visual CGI dibutuhkan untuk menampilkan wujud alien parasit ketika muncul di tubuh manusia yang menjadi inangnya.
Kualitas CGI yang digunakan dalam serial Netflix ini tergolong baik. Efek visualnya berhasil menampilkan sosok alien dengan sangat nyata, bahkan terkadang bisa membuat jijik. Dalam serial ini, perwujudan alien tersebut lebih terfokus pada wajah manusia, berbeda dengan versi manga dan anime yang menampilkan alien pada bagian tangan.
Selain itu, momen aksi dalam serial ini juga berlangsung dengan sangat seru dan cukup gore. Beberapa adegan aksinya bisa membuat penonton merasakan ngilu dan jijik saking gorenya.
Bagi kamu yang menyukai tontonan penuh ketegangan seperti serial Hellbound dengan worldbuilding yang menawan dan elemen fiksi ilmiah yang menarik, maka Parasyte: The Grey sangat direkomendasikan untuk ditonton. Untuk yang berminat, keenam episode dari serial ini sudah tersedia secara legal di layanan streaming Netflix mulai 5 April 2024.
Apa pendapatmu tentang ulasan serial ini? Bagikan pendapatmu dan tetap ikuti Top Cinema untuk ulasan film lainnya!
Baca Juga Top Ciname : Top Ciname > “Men of Plastic” Yang Di Perankan Oleh Ma Dong Seok
Top Ciname > “Men of Plastic” Yang Di Perankan Oleh Ma Dong Seok
Top Ciname > “Men of Plastic” Yang Di Perankan Oleh Ma Dong Seok
SMARTTALENTMALAYSIA.COM – Setelah kesuksesan film The Roundup yang dirilis pada bulan Mei 2022 lalu, aktor Korea Ma Dong Seok kembali muncul dalam film baru. Berikut adalah sinopsis Men of Plastic, film terbarunya yang akan tayang pada 30 November 2022.
Men of Plastic, yang sebelumnya dikenal dengan judul Apgujeong Report, adalah sebuah film drama komedi asal Korea Selatan yang disutradarai oleh Im Jin Soon. Film ini turut menghadirkan sejumlah aktor dan aktris terkenal seperti Ma Dong Seok, Jung Kyung Ho, Oh Na Ra, dan Oh Yeon Seo.
Sebelum film ini tayang di akhir bulan ini, mari kita intip sinopsis Men of Plastic yang pastinya menarik dan menghibur. Simak sekilas karakter-karakter dalam film ini yang dilansir dari Soompi, Hancinema, dan sumber lainnya. Yuk, baca dulu sebelum menonton!
Men of Plastic atau Apgujeong Report menceritakan tentang Dae Guk (Ma Dong Seok), seorang lelaki pengangguran yang telah tinggal di Apgujeong sejak lahir. Dia bertemu dengan Ji Woo (Jung Kyung Ho), seorang dokter bedah plastik yang terampil namun memiliki sikap yang dingin.
Keduanya berkolaborasi untuk memimpin bisnis operasi plastik yang sukses di Apgujeong, Distrik Gangnam. Selain Ma Dong Seok dan Jung Kyung Ho, film ini juga menampilkan Oh Na Ra, Choi Byung Mo, Oh Yeon Seo, Cha Woo Jin, dan banyak lainnya. Film garapan sutradara Im Jin Soon ini dijadwalkan rilis pada 30 November 2022.
Ma Dong Seok akan berperan sebagai Dae Guk, seorang pengangguran yang suka ikut campur dalam urusan orang lain. Dia lahir dan besar di Apgujeong, Distrik Gangnam, Seoul.
Sebagai penduduk asli Apgujeong, Dae Guk bercita-cita untuk memulai bisnis operasi plastik sendiri. Dia berusaha agar Ji Woo (Jung Kyung Ho), ahli bedah berbakat, bersedia menjadi rekannya.
Jung Kyung Ho akan memerankan Ji Woo, seorang ahli bedah plastik yang sangat terampil, namun sering kali bersikap dingin kepada orang-orang. Meskipun hebat, Ji Woo harus menghadapi kehilangan lisensi medisnya akibat insiden yang tidak menguntungkan.
Bersama Dae Guk, Ji Woo akan mengawali bisnis operasi plastik baru di Apgujeong. Sementara itu, Oh Na Ra berperan sebagai Mi Jung, wanita yang juga terlibat dalam usaha operasi plastik dengan Dae Guk dan Ji Woo.
Setelah sekian lama, Oh Yeon Seo akhirnya kembali ke layar lebar lewat Men of Plastic sebagai Kyu Ok, pemilik klinik kecantikan ternama yang elegan dan penuh misteri. Film ini juga menggandeng aktor senior Choi Byung Mo sebagai Jo Tae Cheon, seorang pengusaha karismatik.
Men of Plastic sangat sayang untuk dilewatkan karena cerita yang menghibur serta para aktor dan aktris yang mengisi film ini. Terutama Ma Dong Seok yang sering kali membintangi film-film sukses seperti Train to Busan, Along With the Gods: The Two Worlds, The Outlaws, Ashfall, Eternals, The Roundup, dan masih banyak lagi.
Jung Kyung Ho juga telah menarik perhatian penggemar dengan aktingnya dalam berbagai drama, termasuk Prison Playbook, Life on Mars, When the Devil Calls Your Name, Hospital Playlist, dan kini akan membintangi One-Shot Scandal. Setelah tampil dalam drama Chip In, Racket Boys, dan Alchemy of Souls, karya terbaru Oh Na Ra ini tentunya sangat sayang untuk dilewatkan.
Men of Plastic merupakan film terbaru yang dibintangi oleh Oh Yeon Seo, setelah perannya dalam Cheese in the Trap pada tahun 2018. Setelah itu, dia tampil dalam drama Mad For Each Other pada tahun 2021 dan baru saja menyelesaikan drama Cafe Minamdang yang ditayangkan pada tahun 2022. Di samping Men of Plastic, Choi Byung Mo juga muncul dalam drama Our Blues, Remarriage and Desires, serta film Stellar yang dirilis tahun ini.
Sinopsis Men of Plastic ini menggambarkan film drama komedi terbaru yang menampilkan aktor-aktor seperti Ma Dong Seok, Jung Kyung Ho, Oh Na Ra, Oh Yeon Seo, dan Choi Byung Mo. Film ini dijadwalkan untuk tayang pada 30 November 2022 mendatang di Korea. Pastikan untuk menontonnya saat sudah tayang di Indonesia ya. Jangan sampai terlewat!
Baca Juga Top Ciname : Top Ciname “A Place Called Silence” menceritakan kematian misteri soerang siswa