SMARTTALENTMALAYSIA.COM – Film “Tebusan Dosa” pertama kali tayang di bioskop pada 17 Oktober 2024. Karya horor ini merupakan kolaborasi antara Palari Films, Legacy Pictures, SinemArt, dan Showbox, dengan Happy Salma dan Putri Marino sebagai pemain utamanya.
Diarahkan oleh Yosep Anggi Prasetya, yang juga bertanggung jawab atas penulisan skenario, film ini diproduseri oleh Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia, duo sukses di balik film-film seperti “Kabut Berduri” dan “Exhuma”. Selain tayang di Indonesia, “Tebusan Dosa” juga dapat disaksikan di layar lebar di Malaysia.
Bagai debut pertama di genre horor bagi Putri Marino, film ini sekaligus menambah deretan film horor bagi Happy Salma, yang sebelumnya pernah membintangi beberapa judul, seperti “Siksa Kubur”, “Primbon”, “Guna-guna Istri Muda”, dan “Hantu Aborsi”.
Bagi para pecinta film horor Tanah Air yang belum sempat menyaksikan “Tebusan Dosa” di bioskop, kini film ini telah tersedia untuk streaming di platform Netflix. Bahkan, film ini berhasil masuk ke dalam jajaran TOP 10 film paling banyak ditonton di Netflix Indonesia saat ini.
Sinopsis Film “Tebusan Dosa”
Cerita dimulai ketika Wening mengajak Nirmala dan ibunya, Uti Yah, untuk menjauh dari suaminya yang beracun dan memulai hidup baru di sebuah desa. Di sana, Wening bekerja sebagai sopir odong-odong.
Saat Wening berkerja, Nirmala yang baru berusia 11 tahun bersekolah dan sering membantu neneknya di rumah Tetsuya, seorang pengajar asal Jepang. Nirmala menikmati waktunya di sana karena diajari bermain origami, termasuk membuat bentuk bangau.
Suatu ketika, dengan hujan deras sebagai latar belakang, Wening bergegas mengendarai motor untuk menjemput Nirmala dan Uti Yah. Ia menemukan ibunya memaksa untuk segera pergi dari rumah Tetsuya meskipun Nirmala terus menangis.
Di tengah perjalanan yang berbonceng tiga, Wening berusaha menenangkan Nirmala. Namun, ia mengambil jalan pintas melewati sebuah jembatan tua di tepi sungai yang deras. Wening tak bisa mengendalikan motor jadulnya di jalan yang rusak dan licin, akhirnya terjatuh, mengakibatkan Uti Yah terlempar ke hutan sambil membawa Nirmala.
Sesaat setelah sadar, Wening berusaha mencari Nirmala dan Uti Yah, hanya menemukan ibunya yang telah tiada, sementara Nirmala menghilang tanpa jejak.
Tim SAR dikerahkan untuk mencari Nirmala. Sementara itu, Wening harus menghadapi kesedihan, mencari nafkah untuk membayar kontrakan, dan terus membantu pencarian anaknya.
Dalam kondisi duka, Wening juga sering diganggu oleh hal-hal aneh di rumah. Namun, ia tak menyerah dan tetap melanjutkan pencarian Nirmala.
Perjuangan Wening menarik perhatian Tirta, seorang mantan atlet yang kini menjadi pelatih renang di klub desa. Tirta, yang merasa tidak puas dengan pekerjaannya, berminat untuk membuat podcast mengenai kisah Wening yang menarik perhatian publik.
Setelah 10 hari pencarian, Tim SAR harus menghentikan upaya mereka dan menganggap Nirmala telah meninggal. Namun, Wening tetap optimis dan yakin bahwa anaknya masih hidup, terutama setelah mendapatkan dukungan dari Tetsuya, yang percaya bahwa keyakinan seorang ibu dapat menjaga harapan hidup anaknya.
Pada saat itu, Tirta, yang didampingi oleh Agung, mendekati Wening dan menawarkan kesempatan bagi perempuan itu untuk menjadi narasumber dalam siniar mereka. Wening pun setuju dengan syarat, Tirta harus membantunya membuat 1.000 bangau kertas yang menjadi kesukaan Nirmala.
Dengan bangau yang melambangkan harapan tersebut, Wening berharap Nirmala segera ditemukan. Namun, Wening dan Tirta tidak menyadari bahwa perjuangan untuk menemukan Nirmala tidak akan semudah dan senyaman yang mereka bayangkan.
“Tebusa Dosa” adalah film horor perdana arahan Yosep Anggi Noen, yang sebelumnya dikenal melalui karya-karyanya seperti “Istirahatlah Kata-Kata” (2016), “The Science of Fiction” (2019), dan “24 Jam Bersama Gaspar” (2023).
Selain sebagai sutradara, Yosep juga berperan sebagai penulis skenario bersama Alim Sudio, yang sebelumnya telah menulis “99 Cahaya di Langit Eropa 2,” “Assalamualaikum Beijing” (2014), “Ayat-ayat Cinta 2” (2017), “Kuntilanak” (2018), “Makmum” (2019), “Layla Majnun” (2021), “Miracle in Cell No 7” (2022), “Buya Hamka” (2023), dan “Kang Mak from Pee Mak” (2024).
Film ini dibintangi oleh Happy Salma, Putri Marino, Shogen, Laksmi Notokusumo, dan Keiko Ananta. “Tebusan Dosa” mendapatkan rating 13+ dan mulai tayang di bioskop sejak 17 Oktober 2024.
Baca Juga : Sinopsis The Electric State: Petualangan Retro-Futuristik dalam Dunia Pasca Pemberontakan Robot