SMARTTALENTMALAYSIA.COM – Film live action How to Train Your Dragon telah resmi menghiasi layar bioskop mulai 11 Juni 2025. Remake ini membawa kembali kisah yang sudah dikenal dari versi animasi tahun 2010, namun dalam balutan yang lebih segar dan realistis.
Disutradarai oleh Dean DeBlois, yang sebelumnya juga memimpin proyek animasi How to Train Your Dragon, film ini diadaptasi dari novel populer karya Cressida Cowell dengan judul yang sama. Versi live action ini memberikan pengalaman baru bagi penonton dengan visual yang lebih dinamis, menghadirkan keajaiban dunia naga melalui teknologi canggih.
Efek CGI mutakhir digunakan untuk menghidupkan para naga secara detail dan mengagumkan. Untuk musik latar, John Powell yang pernah sukses menggubah musik di versi animasi kembali dipercaya mengisi elemen suara di remake ini, menciptakan harmoni klasik dan modern yang memikat hati.
Sinopsis Film How to Train Your Dragon Live Action
Kisah dalam film ini berfokus pada kehidupan masyarakat Pulau Berk, sebuah desa Viking yang telah lama menjadi medan peperangan antara mereka dan para naga. Konflik ini berlangsung sejak turun-temurun, seiring dengan serangan-serangan naga yang sering mencuri hewan ternak dan mendatangkan bahaya bagi keselamatan penduduk.
Penduduk Pulau Berk umumnya memandang naga sebagai ancaman besar, hingga memupuk kebencian terhadap makhluk tersebut. Hampir setiap Viking terlibat dalam perburuan naga demi melindungi desa mereka. Di tengah situasi ini, Hiccup Horrendous Haddock III (Mason Thames), seorang remaja berusia 15 tahun yang juga putra kepala suku Stoick the Vast (Gerard Butler), merasa ingin ikut serta dalam tradisi perburuan naga meski sering dianggap tidak layak karena tubuhnya yang kecil dan dianggap kurang kuat.
Namun, Hiccup tidak menyerah begitu saja. Ia menciptakan sebuah alat khusus dengan harapan dapat menangkap naga. Alat ini pun berhasil menjatuhkan seekor naga langka berjenis Night Fury. Meski keberhasilannya sulit dipercaya oleh penduduk lainnya, Hiccup memutuskan untuk mencari naga tersebut demi membuktikan kemampuannya.
Saat bertemu Night Fury tersebut, yang kemudian diberi nama Toothless, hati Hiccup luluh dan ia tidak sanggup membunuh naga itu. Sebaliknya, Toothless yang sebelumnya nyaris menyerang Hiccup memilih untuk tidak menyakitinya. Ketidakterdugaan ini menyingkap awal hubungan unik antara keduanya. Toothless, yang mengalami cedera pada sirip ekornya akibat alat Hiccup, kini menghadapi kesulitan untuk terbang.
Dengan penuh kesabaran, Hiccup mulai menjalin ikatan dengan Toothless dan menciptakan sirip ekor buatan yang memungkinkan naga tersebut kembali terbang, bahkan membawa Hiccup di punggungnya. Persahabatan mereka perlahan mengubah cara pandang Hiccup terhadap naga-naga selama ini. Ia mulai percaya bahwa makhluk-makhluk tersebut bukanlah ancaman seperti asumsi bangsanya selama ini.
Petualangan demi petualangan yang mereka jalani bersama mempererat hubungan di antara keduanya sekaligus menjadi pemicu perubahan besar dalam cara berpikir penduduk Pulau Berk. Bahkan ayah Hiccup, Stoick, mulai mempertimbangkan fakta baru bahwa naga bisa menjadi sahabat bagi manusia, membuka lembaran baru bagi desa Viking dan naga-naga itu sendiri.
Baca Juga : Sinopsis Run Hide Fight: Drama Aksi Penuh Perjuangan dan Pengorbanan